YOUphille

Aku pernah merasaimu teramat sangat dalam, umpama tartarus, yang bahkan dewa dewi pun tak tahu berapa ribu mil jauhnya dalam perut bumi, aku menghujanimu dengan banyak rasa yang kamu payungi dengan acuh, kemudian kamu berbalik memunggungiku yang hingga ratusan hari kemudian masih menatap kosong berharap kamu akan muncul kembali, meski hanya sepersekian detik dalam lapang pandangku. Namun aku terlalu naif.

Suatu ketika, dulu sekali.

Kini, ribuan hari setelah masa itu berita tentang dirimu melayang seringan debu masuk ke liang telingaku, menggelitik memori-memori masa lampau itu, kamu telah menjatuhkan hati, kabarnya. Setelah puluhan purnama aku pikir aku akan baik-baik saja, dungunya aku, nyatanya gadis yang dulu hanya bisa menatap punggungmu yang berjalan menjauh itu masih berdiri di tempat yang sama, tak pernah beranjak barang satu milimeterpun.

Aku masih merasaimu teramat sangat dalam, dengan debar yang sama, dan lara yang sama. Tak banyak yang berubah sejak terakhir kali itu, sejak kalimat perpisahan yang sekonyong-konyong keluar dari bibirmu menghantam tepat di dadaku, “kamu sangat baik, teramat baik” ujarmu sambil menarik seutas senyum pahit dan helaan nafas yang aku rasakan lebih berat dari biasanya.

Satu hal yang tak lagi aku lakukan adalah bertanya-tanya mengapa, tak lagi mencoba mencari tahu sebab apa-apa, tak lagi menjawab suara-suara menuduh yang bergaung dalam kepala. Pada akhirnya, aku tetap tak pernah mampu merela, sama halnya dengan melupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s