Kepada Samudera

Kepada, Samudera di Karimunjawa…
Deburan ombak dan gradasi warna langit saat matahari terbenam kembali terputar dalam lekuk-lekuk otakku, bagai pita-pita film bisu yang menenangkan. Adalah satu objek yang paling terfokus oleh lensa tua dan berdebu dari film yang terputar sendiri tanpa komando itu, lelaki dengan sweater biru tua sewarna samudera dan celana panjang yang digulung hingga ke lutut.

Lelaki itu tengah membenamkan kakinya tanpa ragu ke dalam ragamu yang sore itu begitu tenang, “tahukah kamu kenapa samudera berwarna biru?” tanya lelaki itu mengusir keheningan, yang ku jawab hanya dengan dua kali gelengan, menatapnya dengan mata berbinar, lebih dari sekedar tatapan ingin tahu, aku terharu. Dia hanya balik menatapku, bibirnya terangkat membentuk sesimpul senyum, lalu ia menggantungkan lengannya di leherku.

Karena, Samudera, saat itu di kediamanmu di Karimunjawa, hatiku kembali jatuh, berulang-ulang kali pada lelaki yang sama sejak satu setengah tahun belakangan ini. Dan hari itu, Samudera, aku harap kamu merasa, lengan yang di gamit dengan tulus didalam airmu yang begitu sejuk, aku harap kamu mendengar, lantunan irama masa depan yang kami komposeri bersama di tepian pasir putihmu.

Jika kamu tahu, Samudera, rahasiakanlah dari semesta yang selalu igin tahu. Namun nanti ketika tiba saatnya, beritakanlah kepada dunia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s