Memori

Pikirku melayang jauh ke masa dulu saat aku kunjungi kembali memori yang tersimpan rapi di salah satu ruang hati. Sungguh luar biasa kerja selembar kertas yang bertintakan kita itu yang serta merta mengubah setelan hormonal tubuhku, kemudian tanpa belas kasihan membiarkan aku mati-matian merindukan masa-masa itu.

Aku rindu kita, yang selalu mengomentari apa saja lalu menahan sakit perut karena tertawa, kita yang tanpa enggan bercerita mengenai apa saja, yang selalu aku tutup dengan ucapan syukur yang diam-diam kusematkan dalam hati. Aku mengamati memori itu sekali lagi, dengan senyum merekah dan berharap, suatu saat kita bertemu kembali kita akan memahat lebih banyak lagi memori.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s