Aku Pulang Ketika Ia Kembali

Aku pulang ke tempat dimana dulu aku pikir tak akan pernah ingin aku tinggalkan, bertahun-tahun setelah kepulanganku yang terakhir kalinya. Suara lembut yang masih menggaung jelas di telingaku “gadis kecil ayah” tiap kali ia pulang dari lelahnya, lalu aku berlari menggantungkan lenganku di lehernya. Aku masih gadis kecilnya, bahkan hingga lelaki disampingku yang sedang merangkul bahuku ini mengambilku dari sisinya.

Aku menatap wajah yang kini kosong tanpa beban itu, dengan segurat senyum yang tak begitu ketara, seolah memberitahu bahwa aku akan baik-baik saja. Kenyataanya, aku menangis meraung tak henti-hentinya, memeluk tubuh kaku yang kini telah hilang hangatnya itu. “Aku pulang Yah, gadis kecil ayah” bisikku rintih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s