Boreas

Ada sebait permintaan yang ku hembuskan di sela sepuluh jari yang kurapatkan lalu ku tengadahkan, di setiap sepertiga malam. Perkara banyak hal, cinta, setia, asa, yang dengan apik ku rangkum dan ku pita menjadi satu, “kamu”. Ada sebait ucapan syukur yang ku haturkan keras-keras melalui dahi yang berulang kali membentur bumi, pada waktu-waktu ku memenuhi panggilanNya. Juga perkara banyak hal, aku, kamu, kita, dan rasa.

Berulang kali, setiap hari. Karena aku percaya ada kekuatan Maha Besar di suatu tempat di atas sana, yang tak terjamah melalui logika, meski tak kasat mata namun senantiasa mengena. Selayaknya Boreas sang angin utara yang terasa benar tiupannya meski tak tampak keberadaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s