Metamorfosa

Aku menggeliat maju mundur, ragu-ragu, keluar dari garis batas yang kubuat sendiri sedari dulu, kelelahan sendiri terkungkung dalam ketakutanku. Kata mereka dunia penuh hal bahagia, mana? Yang ku lihat hanyalah mereka yang sibuk tertawa dan mencela.

Kini dalam balutan pupa yang kusebut asa, aku belajar. Perihal bimasakti yang baik hati namun terkadang bisa menjadi sangat keji, ibu bumi yang senantiasa menunjuk arah juga tak jarang mengamuk marah, dan juga perihal manusia-manusia di dikandungannya. Karena, tak akan habis di eja bagaimana mereka mampu mencinta juga mendusta. Maka, aku menyempurnakan metamorfosa, tak ingin lagi terus menjadi larva yang tak dilihat meski dengan sebelah mata. Aku menempa kedua sayapku yang berwarna merah-jingga, aku akan segera mengudara, dan kita lihat siapa yang akan tertawa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s