Cupid-Cupid Aphrodite

Jika saja segala sumpah serapahku kepada Aphrodite sang Dewi Cinta itu dari mulanya ku rajam dalam lembaran-lembaran papirus, mungkin saja hingga saat ini papirus itu telah teronggok menggunung hingga ke langit-langit. Bahkan hingga kinipun aku masih setia mengutukinya, sejak milisekon pertama ia menyeretmu pergi dariku, empat ratus dua puluh satu hari yang lalu. Belum habis makian yang akan ku lontarkan di depan altarnya, kini ia kembali mengutus cupid-cupidnya, kata mereka Aphrodite menghadiahkanku cinta, lagi.

Kini disinilah aku, dalam ruangan berbentuk persegi panjang yang dengan sengaja tidak kuberi penerang. Bersembunyi dari malaikat-malaikat kecil yang siap membidik anak panahnya ke arahku, membuatku menahan napas tiap ku dengar kepak-kepak sayap mereka yang hilir mudik mencariku. Aku tak akan terperdaya lagi akan cinta yang dihadiahkannya secara cuma-cuma, hanya untuk kemudian direnggutnya dariku secara paksa. Seperti musim panas yang lalu, ketika kamu mengikutinya pergi dariku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s