Tiga Ratus Tiga Puluh

Betapapun payahnya kemampuan hippocampus ku dalam menyulap suatu perkara menjadi sebuah memori, aku tak akan pernah lupa setiap detil dari tiga ratus tiga puluh hari belakangan ini.

Yang ku lalui sebagian besar dengan endorfin yang terpompa penuh hingga menggelegak dari tempurung kepala, misalnya saja ketika kamu memasangkan kelima jari tanganmu denganku dan mendaratkan kecupan singkat di permukaannya.

Sebagian kecil nya lagi ku lalui dengan membiarkan adrenalin mengutuki pukul 21.00 yang selalu menjadi penghujung dari pertemuan kita, hingga pada akhirnya aku menyalahkanmu yang membuatku tak ingin pulang kemanapun selain ke dekapanmu.

Aku tak akan pernah lupa kisah di hari itu, kembang pertama yang baru kudapatkan di usia ke-21. Yang kemudian menguar harapan teramat sangat, perihal restu yang serta merta mengalir, perihal doa-doa yang dengan segera diamini, perihal impian yang tak lagi hanya sekedar mimpi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s