Oktober: Matahari pada Konstelasi Libra

Matahari telah singgah pada konstelasi libra. Pada bulan yang menebar musim gugur di hemisfer utara dan membawa musim semi ke hemisfer selatan. pada bulan dimana sang penuang air terlihat jelas, saat beta aquarius memamerkan kilau kuning terbaiknya di kanvas besar yang disebut angkasa.

Di bawah sana, sepasang kekasih tengah berdebat mengenai asal muasal bulan, cahaya bintang, hingga parallel universe dan time travelling. Tampaknya mereka bukan scientist atau semacamnya, karena teori-teori mereka sangat gila. Pembicaraan mereka kini terhenti karena penat mereka-reka dan membantah satu sama lain.

Kini mereka berdebat mengenai klub sepakbola favorit mereka masing-masing yang berujung pada kemarahan sang wanita karena klub kesayangannya tertinggal jauh dari klub belaan sang pria di klasemen liga primer, si wanita membiarkan pria itu tertawa puas namun mengutukinya dalam hati. Kemudian wanita itu membuat sumpah setia yang aneh, yang tertahan di ujung lidah namun telah diamini oleh semesta, “aku akan selalu menyukaimu bahkan jika Manchester United tidak memenangkan gelar apapun dalam satu musim, atau jika Arsenal mengambil alih posisi itu”. Lalu wanita itu memeluk prianya dalam sumpah yang dirajamnya dalam hati.

Lalu sunyi, tak ada lagi hal remeh yang dapat mereka perdebatkan. Kini masing-masing dari mereka tengah merangkai kata dalam diam dan menyusun skenario hidup terbaik mereka dalam kepingan-kepingan puzzle misterius.

Entah wanita itu seorang penulis skenario yang handal, atau seorang cenayang, atau hanya seseorang yang visioner, dalam kepalanya kini berkelebat cuplikan kehidupannya di masa beberapa tahun yang akan datang, kehidupannya bersama pria yang sedang memikirkan entah apa, yang tengah duduk di sisinya itu.

Pria itu ternyata bukan sedang memikirkan entah apa, ia menyesapi waktu yang telah bergulir sedemikian kejamnya yang sebentar lagi akan memisahkannya dari wanita kesayangannya. Pikiran pria itu ternyata lebih sinting lagi, ia kini berimaji seandainya ia memiliki pintu kemana saja, ia pasti tak akan sebegitu nelangsanya oleh perpisahan mereka. Ia melirik wanita yang sedang memandangi langit itu, melemparinya tatapan ‘aku sayang kamu’ secara implisit dan perlahan meraih tangannya.

Wanita itu kembali ke realita dari menerawang masa depan, tersentak oleh sentuhan tiba-tiba dari kekasihnya. Pukul 9, waktu yang tepat untuk mengagumi indahnya konstelasi aquarius, pikirnya. Air muka wanita itu lalu menunjukkan kesedihan, bukan karena sang penuang air tidak menampakkan wujudnya di angkasa tapi menyadari akan datangnya waktu yang teramat sangat dibencinya, waktu perpisahannya dari sang pria.

Sang penuang air yang bersembunyi di balik gumpalan awan pun tersenyum mengamati sepasang kekasih kegemarannya itu, ia lalu memberkati mereka. Bulan ini akan menjadi bulan yang hebat bagi sepasang kekasih itu. Karena air telah dituangkan bagi anak sang Karkinos dan anak sang Aphrodite. Air, sumber kehidupan paling esensial bagi jelmaan kepiting dan ikan itu.

image

Oktober, ketika matahari berada pada konstelasi libra dan ketika konstelasi aquarius terlihat jelas dari bumi pada pukul 9 malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s