Indah Pada Waktunya

Subuh dan seduhan caramel tea, duo unik yang mampu memporak porandakan sistem memoriku.

Kesadaranku seakan tersedot meloncati ruang dan waktu, jauh kembali ke masa di saat Aphrodite melayangkan left uppercut terkerasnya kepadaku, melebihi ribuan kali kekuatan Muhammad Ali sekalipun, aku terkapar tak berdaya, sekarat, mati rasa.

Sekian lama aku marah kepada langit, menyumpah Aphrodite atas jejas demi jejas yang di rajamnya di hatiku. Sekian lama, hingga akhirnya aku memalingkan wajahku dari Aphrodite.

Namun ego Aphrodite mengalahkan kemarahannya padaku, seakan tak mau kehilangan pemuja setianya, agaknya ia memerintah Eros untuk membidikmu karena yang ku tahuu kamu tetiba muncul disaat aku tak lagi ingin memuja Aphrodite.

Bagaikan tenaga 360 joule defibrilator yang mampu mengembalikan irama sinus kepadaku, perlahan menghidupkan, jantungku kembali meraung memuntahkan darah ke arterinya, mendebarkan, menghangatkan.

Aku tersadar, kembali dari mengunjungi masa lalu, kali ini di ruang dan waktu yang nyata. Aku sedang duduk di sampingmu yang masih terlelap, sambil memegang gelas berisi teh aroma karamel yang memabukkan memoriku.

Kamu, adalah makna kata ‘tunggu’ yang dibisikkan Aphrodite saat itu.

Kamu, adalah definisi riil dari kata ‘indah pada waktunya’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s